Rabu, 15 Oktober 2014

Adakah Esok Untuk Kita

"Setelah semua yang terjadi, masih adakah kenangan untuk kita pertanyakan saat esok tiba?"

Sebuah pertanyaan sederhana, kau ucap dengan senyum manis kala senja kita sambut bersama gelas-gelas kaca berisi kehangatan yang menyatukan kita. Di sekeliling banyak orang bertanya apa gerangan semua ini, namun aku memutuskan untuk membiarkan saja semua itu terjadi, aku tidak lagi peduli dengan semua itu ketika aku sedang bersamamu, menikmati senja ini dengan harapan bahwa kelak akan ada waktu dimana semua ini bukan sekedar mimpi belaka.

Dalam banyak hal aku merindukanmu, menginginkan bahwa suatu hari nanti akan ada waktu dimana semua ini adalah kenyataan yang bukan hanya fakta bagiku, tetapi bagimu dan mereka.

Aku sadar, bahwa apa yang pernah dikatakan oleh beberapa orang dekatku bahwa aku memiliki duniaku sendiri yang begitu aku tutup rapat adalah suatu kebenaran, bukan karena aku sakit jiwa, atau menderita kelainan jiwa. Namun pada beberapa sisi aku pernah memmbiarkan beberapa orang masuk dan menjelajah dunia itu, membuat mereka mempertanyakan lebih banyak hal dari pada apa yang pernah aku tanyakan.

Mungkin benar bahwa dalam beberapa hal aku melewati batas-batasan yang ada, namun ketika dipikirkan lagi semua itu memang sudah semestinya dan sewajarnya terjadi pada setiap manusia. Setiap manusia tercipta dan terlahir dengan keunikannya masing-masing, yang pada suatu sisi merupakan bukti bahwa kita terlahir dengan tugas kita masing-masing.

Aku memang bukan seorang Profesor atau ahli kitab, tetapi dalam hidup ini aku memiliki keyakinan dimana semua kehidupan ini memiliki tujuan dan arahnya yang menuju pada suatu tujuan universal. Untuk sekarang ini kau bisa saja menyalahkanku, tetapi kelak aku percaya kau akan memikirkan pertanyaanku juga.

Dari hati untukmu selalu...